Thursday, June 1, 2017

Sah! Indonesia Punya Badan Siber dan Sandi Negara

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi didirikan melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara.

Hadirnya BSSN merupakan peleburan dari dua institusi, yaitu Lembaga Sandi Negara dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Secara susunan organisasinya, BSSN terdiri dari Kepala, Sekretariat Utama, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi, Deputi Bidang Proteksi, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan, serta Deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian. BANDARQ

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, BSSN dikoordinasikan oleh menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penyelenggaraan pemerintahan di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Tertera dalam isi Perpres yang ditetapkan pada tanggal 19 Mei 2017 oleh Joko Widodo (Jokowi), BSSN ini mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber. ADUQ

Dalam tugasnya, sesuai pada pasal 3, BSSN menyelenggarakan fungsi, seperti:

a. Penyusunan kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi e-commerce, persandian, penapisan, diplomasi siber. pusat manajemen krisis siber, pusat kontak siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.

b. Pelaksanaan kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi ecommerce, persandian, penapisan, diplomasi siber, pusat manajemen krisis siber, pusat kontak siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.

c. Pemantauan dan evaluasi kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi e-commerce, persandian, penapisan, diplomasi siber, pusat manqjemen krisis siber, pusat kontak siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.

d. Pengoordinasian kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSSN dan sebagai wadah.

e. Koordinasi bagi semua pemangku kepentingan.

f. Pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BSSN.

g. Pengawasan atas pelaksanaan tugas BSSN.

h. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan BSSN.

i. Pelaksanaan kerjasama nasional, regional, dan internasional dalam urusan keamanan siber.

DOMINOQQ

Tuesday, May 30, 2017

Pegawai Kecamatan di Aceh Ditangkap karena 'Sunat' Dana Desa

Seorang pegawai kantor camat di Aceh Besar , Aceh , ditangkap tim Sapu Bersih Pungutan Liar (SaberPungli). Ia kepergok melakukan pungli dana desa sebesar Rp 10 Juta per desa.

Pelaku berinisial IK ( 41 ) asal Kecamatan Peukan Bada , Aceh Besar, Aceh. Ia bertugas sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Mukim Gampong di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Polisi membekuknya setelah mendapat kan informasi tentang adanya pungutan liar atau pemotongan terhadap dana desa malalui bendahara desa. BANDARQ

Pemotongan dana itu dilakukan saat pengembalian berkas pertanggung jawaban dana gampong (desa) tahun 2017 . Mendapat informasi adanya pungli, tim Saber Pungli Aceh Besar dipimpin oleh Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Aceh Besar turun tangan. Mereka melakukan penyelidikan dan observasi.

Tak lama berselang, IK dibekuk. Saat ditangkap di kantor Camat Ingin Jaya, pelaku mengakui telah mengeluarkan kwitansi kepada bendahara gampong, lalu menerima uang sebanyak Rp 10 juta.

Pelaku mengakui bahwa uang sebesar Rp 10 Juta yang diterima dari tiap desa dilakukan atas permintaan Pelaku sendiri tanpa ada dasar hukum , kata kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan.
Rabu(31/05/2017) ADUQ

Saat di periksa, pelaku mengakui uang tersebut dia gunakan untuk kepentingan pribadi seperti membayar kredit di BPRS.  Namun beliau tidak dapat menunjukkan buktinya. Pelaku juga menjelaskan bahwa dia sudah melakukan transaksi sebanyak 10 desa, Ungkap Goenawan.

Penangkapan IK dilakukan pada Selasa 30 Mei sekitar pukul 10,00 WIB. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa satu kotak/kardus berisi berkas dokumen dana Gampong, uang pecahan Rp 50,000 sebanyak Rp 14 juta, dua unit handphone, satu unit laptop dan satu lembar kuitansi pemberian uang.

Pelaku dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolres Aceh. Pelaku kita bawa ke Polres Aceh Besar guna dilakukan penidikan lebih lanjut, jelas Goenawan DOMINOQQ

Monday, May 29, 2017

Tebar Ancaman Bom di Masjid Istiqlal, Iyus Dijerat UU Terorisme

Jakarta - Polisi menangkap Iyus Rusman karena menyebar teror ancaman pengeboman di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Iyus dijerat dengan Undang-undang Terorisme atas perbuatannya tersebut.

"Yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 6 UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (30/5/2017).
BANDARQ

Meski ancaman tersebut tidak terbukti, namun menurut Argo, tindakan pelaku telah menimbulkan teror. "Tersangka telah menimbulkan keresahan di masyarakat," ucapnya.

Argo menyebut tindakan tegas itu menjadi pembelajaran bagi yang lainnya. "Agar masyarakat tidak main-main, tidak iseng-iseng mengirimkan teror," ungkapnya. ADUQ

Iyus ditangkap di apartemen The Peak Residence, Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan Senin sore. Pria yang bekerja sebagai satpam di apartemen tersebut ditangkap karena mengirimkan SMS teror ke pengurus Masjid Istiqlal pada Sabtu (27/5) lalu, yang isinya akan meledakkan masjid.

Polsek Sawah Besar yang menerima laporan terkait pengancaman bom tersebut kemudian meminta tim Gegana untuk menyisir masjid. Dari hasil penyisiran selama beberapa jam, polisi tidak menemukan adanya bom. DOMINOQQ

Sunday, May 28, 2017

Pihak Sirkuit Sentul Rela Rugi Demi MotoGP

Pihak Sirkuit Internasional Sentul menyatakan siap rugi asal bisa menggelar MotoGP. Sikap itu diambil sebagai iming-iming agar investor mendekat.

Circuit Advisor Sentul Irawan Sucahyono menjelaskan, Sirkuit Internasional Sentul butuh dana Rp 300 miliar untuk menjadi lokasi MotoGP. Dana segitu digunakan untuk merenovasi sirkuit sekaligus membangun segala fasilitas pendukung. BANDARQ

Sampai saat ini Irawan mengatakan belum menemukan investor. Masalahnya, sulit menemukan investor buat MotoGP yang dianggap proyek tidak menguntungkan secara finansial.

“Kalau misalnya (investor) mau kelola (sirkuit) setahun buat kembalikan modal ya bisa saja. Boleh begitu,” kata Irawan di Tangerang, Rabu (26/5/2017). ADUQ

Bila ada investor yang tunjuk tangan, manajemen Sirkuit Internasional Sentul memang bakalan rugi tapi hanya dalam jangka waktu dekat. Benefitnya bakalan terasa pada masa depan sebab jika sampai kejadian berarti Sirkuit Internasional Sentul adalah lokasi pertama di Indonesia yang menggelar MotoGP.

Selain itu juga, Sirkuit Internasional Sentul, bakal merasakan untuk pertama kalinya renovasi besar-besaran sesuai regulasi FIA. DOMINO99

Saturday, May 27, 2017

Komedian Cak Priyo Aljabar Tutup Usia


Jakarta - Komedian legendaris di Jawa Timur, Priyo Aljabar (52) tutup usia, Pk 21.21 Wib di RSUD Sidoarjo, Sabtu (27/5/2017). Pelawak yang bernama asli Priono dan terkenal dengan klub Galajapo ini selama setahun terakhir melawan ganasnya tumor yang bersarang di perutnya.

"Cak Priyo meninggal Pk 21.21 Wib, mohon dimaafkan jika selama ini almarhum memiliki kesalahan atau khilaf selama hidupnya," kata Suko Widodo, dosen Universitas Airlangga yang selama ini rutin menjenguk almarhum, Sabtu (27/5/2017).

Bagi Suko, dirinya tidak bisa melupakan kemahiran dan intelektual almarhum. Karena sejak 2001-2019, Suko duet dengan almarhum di stasiun televisi swasta Surabaya dalam mengisi program "Cangkrukan'.

"Kenangan saya cukup banyak, almarhum selain piawai dalam melempar joke-joke juga sangat menguasai isu-isu terkini yang menjadi tren di massyrakat," kenang Suko.

Yang masih membekas di hati Suko adalah sikap egaliter dan kekritisan almarhum yang disampaikan ke publik selalu sopan dan halus tetapi tajam. BANDARQ

"Almarhum cukup santun dalam berkomunikasi dan dalam joke-nya. Sangat kental intelektualnya meski dia mereprentatifkan sebagai sosok orang kampung," katanya.

Cak Priyo selain mahir dalam melawak, juga kondang saat didaulat mengisi sebuah acara. Cak Priyo juga mampu membawa suasana menjadi cair dan penuh tawa.

Demikian pula saat detikcom meluncurkan Biro Surabaya pada 21 Mei 2017 di Sheraton Hotel, Cak Priyo yang menjadi host juga tampil kocak dan membawa suasana menjadi meriah. Kini tokoh komedian yang masih berstatus Aparatur Negeri Sipil (ANS) Dinas Sosial Pemprov Jatim ini telah pergi untuk selamanya.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga pernah menengok Cak Priyo di rumahnya di kawasan Jenggolo Sidoarjo. Gus Ipul saat itu memerintahkan Dinas Kesehatan membawa Cak Priyo untuk dibawa ke RSU dr Soetomo, Surabaya.

"Warga Jawa Timur tentu sangat kehilangan komedian yang punya gaya yang khas tersebut. Selamat jalan Cak Priyo," kata Suko Widodo yang juga bersama almarhum menelorkan acara Bang-bang Wetan dan berjalan setiap bulan purnama hingga sekarang. ADUQ

Kepergian Cak Priyo ini menuai rasa kehilangan yang besar. di media sosial, mereka yang mengenal almarhum menumpahkan kesedihan dan rasa kehilangannya.

Personil Galajapo yang tersisa, M Chengho Djadi Galajapo juga merasakan kehilangan. Sebelumnya Lutfie Galajapo telah meninggal dunia karena kecelakaan.

Host kondang ini menuliskan isi hatinya di situs jejaring sosial facebook. "Innalillahi wainna ilaihi roji'un...Tlh wafat salah satu pendiri Galajapo, Cak Prio Aljabar. Selamat jalan kawan...Tenaga dan keringatmu ada di darahku," tulisnya.

Jenazah rencananya akan dimakamkan di TPU Pucang, Kelurahan Margersari. CAPSASUSUN


Friday, May 26, 2017

Dirazia Satpol PP, Pemilik Toko Miras Melawan Pakai Pedang




Jakarta - Petugas Satpol PP merazia sebuah toko minuman keras di Jalan Sentek, Ciracas, Jakarta Timur. Pemilik toko, Napa Pasaribu tidak terima dan melawan petugas pakai pedang.

"Jadi yang bersangkutan ini tidak terima mau kita razia, lalu ngamuk-ngamuk dan mengeluarkan pedang," ujar Kasatpol PP Kecamatan Ciracas Humala Pasaribu kepada detikcom, Jumat (26/5/2017).

Razia itu dilakukan pada Rabu (24/5) malam. Satpol PP dibantu Garnisun menggerebek sejumlah toko minuman keras yang berlokasi di kawasan pemukiman penduduk di Jl Sentek, Ciracas, Jakarta Timur.

"Dia kedoknya jualan gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, tetapi di dalamnya jualan miras seperti Vodka, Mansion dan lain-lain," sambungnya.

Tidak terima atas razia tersebut, Napa kemudian mengamuk. Dia juga meminta Satpol PP untuk menunjukkan surat tugas dan memprotes razia karena tidak melakukan pemberitahuan terlebih dahulu.

"Ya namanya razia, masa memberitahu dulu, yang ada nanti malah diumpetin pula itu mirasnya," cetusnya. BANDARQ



Tak sampai situ saja, Nap juga mengeluarkan pedang panjang. Ia lalu memecahkan minuman keras miliknya itu dengan pedangnya tersebut.

"Saya pecahin ini...pokoknya saya pecahin ini. Terserah saya, daripada kalian bawa (botol miras) ini mending saya pecahin di sini," teriak Napa sambil memegang pedang yang kemudian diamankan oleh Garnisun.

Untung saja Napa tidak sampai membacok petugas Satpol PP dengan pedangnya tersebut.

"Dibacok-bacokin itu mirasnya. Untungnya kita bawa Garnisun, jadi Garnisun yang menenangkan yang bersangkutan," ungkapnya. ADUQ


Petugas Garnisun kemudian mengamankan pedang yang dipegang Napa karena dikhawatirkan dapat melukai petugas. Setelah sempat bersitegang, petugas Satpol PP akhirnya menyita puluhan kardus miras di toko tersebut.

Menurut Humala, toko tersebut sudah berjualan miras sejak bertahun-tahun. Warga sekitar juga sudah resah dengan aktivitas jual-beli miras di toko tersebut. DOMINOQQ


Thursday, May 25, 2017

Teror Bom Kampung Melayu Diyakini Tak Bikin Investor Panik




Jakarta - Teror bom kembali terulang di Jakarta semalam. Bom meledak sekitar pukul 21.00 WIB di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017). Korban pun berjatuhan dari peristiwa bom bunuh diri ini.

Terjadinya teror bom semalam tentu meninggalkan luka pada keluarga korban dan juga bagi pelaku pasar.

Merespons, kejadian semalam, Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengungkapkan bahwa investor memahami bahwa teror bom semalam di ibukota bukan karena situasi keamanan di Indonesia tidak kondusif. BANDARQ

"Sebetulnya dilihat dari potensi bom ada di mana, pelaku pasar menyadari bukan karena Indonesia atau Jakarta ada situasi keamanan yang tidak kondusif, itu bukan. Karena teror bom bisa terjadi di mana saja," kata Lana saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Melihat ke belakang, saat tragedi bom Thamrin tahun lalu, kejadian tersebut tidak terlalu banyak memengaruhi pasar. Dampak teror bom Kampung Melayu pun bisa sedikit diminimalisir karena adanya hari libur.

"Yang juga menolong adanya hari libur, sehingga besok ketika masuk lebih tenang," tutur Lana.

Pada pembukaan perdagangan besok, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami koreksi. Namun, ia menyatakan koreksi yang terjadi tidak terlalu dalam dan terjadi dalam waktu yang sebentar. ADUQ

"Bisa saja besok ada koreksi, mungkin tidak terlalu dalam," kata Lana.

Secara terpisah, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, baru dinaikannya peringkat layak investasi Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) perlu dijaga dengan baik oleh seluruh pihak.

"Stabilitas sosial politik dan keamanan nasional perlu terus dijaga. Persepsi investasi serta keputusan investor kedepannya dapat dipengaruhi oleh stabilitas politik dan kondisi keamanan nasional," kata Josua.

Di sisi lain, kata Josua, ada beberapa hal yang bisa menjadi penguat pasar keuangan Indonesia untuk menarik investor masuk lebih banyak, antara lain masih melemahnya dolar AS terhadap rupiah dan masih baiknya pasar keuangan di regional Asia. Sentimen positif tersebut diharapkan dapat meredam gejolak pasca teror bom semalam. POKER

"Saya mengharapkan keamanan nasional dapat terus ditingkatkan sehingga iklim investasi masih terjaga pasca rating upgrade," ujar Josua.

Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta menambahkan, sentimen negatif pasca teror bom semalam tak akan berlangsung lama. Menurutnya, prospek investasi di Indonesia masih terbilang baik.

"Dalam jangka panjang, prospek investasi di Indonesia masih cukup baik ya, Indonesia kan enggak cuma Jakarta. Di sisi lain, pemerintah harus cepat dan tanggap untuk menyelesaikan kasus ini, supaya rasa aman bisa pulih," tukas CAPSASUSUN

Wednesday, May 24, 2017

Sempat Ditutup, Lalin Kampung Melayu Menuju Matraman Kembali Dibuka

Jakarta - Akibat ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jaktim arus lalu lintas menuju arah Matraman dan Tebet sempat ditutup. Kini arus lalu lintas sudah dibuka dan kembali normal.

Pantauan KAMI sekitar pukul 04.00 WIB kendaraan dari arah Jalan Otista Raya menuju arah Matraman mulai melintas, Kamis (25/5/2017). Begitu juga kendaraan menuju arah Tebet, Jakarta Selatan juga sudah melintas. BANDARQ

Sementara itu Halte Transjakarta Kampung Melayu belum beroperasi untuk melayani penumpang. Halte tersebut saat masih dipasangi garis polisi. Arus lalu lintas dari arah Matraman menuju Jalan Otista Raya juga sudah kembali normal.

Ada dua ledakan terjadi di Kampung Melayu. Ledakan pertama terjadi pukul 21.00 WIB. Ledakan kedua terjadi lima menit kemudian. Polisi menduga ledakan tersebut dari bom panci. ADUQ

Sejauh ini ada 5 orang yang meninggal dunia. Selain 3 polisi yang gugur, dua orang lainnya adalah pelaku pengeboman.
Selain 5 orang yang meninggal, ada 10 korban lainnya yang terluka. Polisi memastikan ada dua pelaku pengeboman. Namun identitas keduanya masih belum bisa disebutkan. CAPSASUSUN

Tuesday, May 23, 2017

Kendala Polisi Tangani Korupsi dan Wacana Pembentukan Densus Tipikor


Kapolri Jenderal Tito Karnavian ditanyai Komisi III DPR mengenai penanganan tindak pidana korupsi (tipikor) di Bareskrim Polri yang belum memuaskan. Tito berujar kendala penyelidikan kasus korupsi adalah anggaran biaya yang terbatas.

Tito membandingkan anggaran penyidikan kasus tipikor di Polri yang sebesar Rp 200 juta dengan anggaran penyidikan di KPK yang berapa pun besarannya ditanggung negara.

"(Anggaran) Rp 200 juta ya. Kalau tetap dipatok dengan sistem indeks, tidak maksimal. Kalau bisa juga dengan sistem at cost. Jadi berapa pun biayanya dipenuhi oleh negara, seperti KPK," ungkap Tito saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III di gedung Nusantara II, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

Tito optimistis, bila anggaran untuk penanganan dugaan tipikor disamakan sistemnya dengan KPK, penyidik Polri mampu mengungkap kasus-kasus korupsi kelas kakap.

"Maka (sistem at cost) ini akan bisa mendongkrak prestasi mereka (penyidik Polri)," imbuh Tito.

Tito melanjutkan, kendala lainnya dari penanganan kasus korupsi di Polri adalah kakunya sistem birokrasi. Sehingga, bilamana polisi ingin menyidik seorang pejabat negara yang diduga melakukan korupsi, polisi mendapat intervensi.

"Memang ada saya kira kendala birokrasi juga yang jadi problema. Kelebihan teman-teman di KPK, kan mereka kolektif-kolegial dan diangkat DPR, jadi lebih kebal daripada, maaf, intervensi," jelas Tito sembari tertawa kecil.

Terlepas dari kendala-kendala itu, Tito berkomitmen akan meningkatkan kemampuan penyidik tipikor karena dari segi jumlah penyidik, Polri memiliki lebih banyak dibanding KPK. Begitupun dengan jaringan informan.

"Tapi prinsip kita akan membangun kemampuan yang lebih kuat dalam penanganan korupsi. Sebenarnya jumlah anggota kita jauh lebih banyak, jaringan juga jauh lebih luas ke daerah-daerah. Oleh karena itu, kita memperkuat Direktorat Tipikor," ucap dia. BANDARQ






Tito kemudian berpendapat, pembentukan satuan tugas (satgas) untuk penanganan kasus korupsi di Polri lebih efektif dibanding struktur Direktorat Tipikor itu sendiri.

"Bahkan pendapat saya, kalau perlu dibuat satgas, ya jumlahnya 500 sampai 1.000 orang, yang mereka direkrut dari berbagai satuan, kewilayahan, lalu menangani tipikor dengan anggaran khusus dari Mabes Polri. Saya pikir itu lebih efektif dibandingkan struktur tipikor itu sendiri, yang dia terkunci pada jumlah orang. Kalau sudah sukses tangani kasus, bisa dibubarkan," tutur Tito.

Saat ditanyai Komisi III perihal siap-tidaknya Polri membentuk Densus Tipikor, mantan Kepala BNPT dan Kapolda Metro Jaya itu menyatakan siap.

"Komisi III mendorong Polri untuk segera membentuk Densus Tipikor dengan dukungan anggaran dan kewenangan khusus," ujar Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Gerindra, yang menjadi pimpinan rapat kali ini, Desmond Junaidi Mahesa. ADUQ


"Kalau ditanya apakah Polri siap, dari anggota Polri yang tersebar di seluruh Indonesia, saya kira kita sangat siap. Kami memiliki polda di seluruh provinsi, memiliki polres hingga kamtibmas. Saya kira kalau seluruh anggota dikerahkan, akan siap," Tito menanggapi.

Terakhir Tito menyampaikan, jika pembentukan Densus Tipikor terealisasi, hal yang ingin dia perhatikan untuk penyidik tak hanya biaya penyelidikan yang ditambah sesuai kebutuhan, tapi juga kesejahteraan para anggota.

"Namun perlu dukungan penganggaran di kepolisian. Kesejahteraan mereka perlu ditingkatkan dan gaji khusus," kata dia.

Menanggapi hasil rapat, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto berucap pihaknya akan melakukan pengkajian lebih dalam lagi terkait wacana pembentukan Densus Tipikor.

"Ada wacana untuk membuat Detasemen Khusus seperti Densus 88. Tadi dari Komisi III mendorong untuk membentuk. Pasti kami akan lakukan pengkajian lebih dalam lagi. Intinya, dari Polri ingin memberantas korupsi," tegas Setyo seusai rapat. POKER

Monday, May 22, 2017

Ada 14.645 Pelanggaran Lalin di Jaktim Dalam 2 Pekan








Operasi Patuh Jaya yang digelar Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya berakhir. Polres Jakarta Timur mencatat ada 14.645 pelanggaran.

"Selama 2 minggu operasi, kita mencatat sebanyak 14.645 pelanggaran," ucap Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Sutimin dalam keterangan, Senin (22/5/2017). BANDARQ

Sutimin merinci pelanggaran tersebut dilakukan oleh kendaraan roda 2 sebanyak 12.482 dan kendaraan roda 4 sebanyak 2.163. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para pengemudi pun beragam.

"Ada sebanyak 4.881 pengendara kita tilang SIM, lalu ada sebanyak 9.764 pengendara kita tilang STNK dan 1.683 pengendara hanya diberi teguran," papar Sutimin. ADUQ

Sutimin juga mencatat selama operasi berlangsung ada 2 kecelakaan yang mengakibatkan 2 korban luka. Selain itu menurut Sutimin banyak pengendara di bawah umur yang terjaring razia. Sutimin pun berharap para orang tua untuk melarang anak yang masih di bawah umur untuk tidak mengendarai sepeda motor.

"Kami berharap para orang tua dan pihak sekolah melarang anaknya yang masih di bawah umur untuk tidak membawa kendaraan. Selain membahayakan diri sendiri juga bisa membahayakan pengendara lain," kata Sutimin. POKER

Saturday, May 20, 2017

Jadi Tersangka, Begini Peran CAS Terkait Tewasnya Taruna Akpol


Semarang - Taruna Tingkat III, Brigtutar CAS merupakan salah satu tersangka kasus tewasnya Taruna Tingkat II Akpol Brigdatar Mohammad Adam. Awal mula kejadian terjadi pada hari Rabu (17/5).

"Kejadian tengah malam dini hari. Pukul 22.30 WIB selesai apel perintah tidur, istirahat, lampu dimatikan. Diberi kesempatan pukul 23.00 WIB kalau mau belajar," ujar Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (20/5/2017) malam.

Mereka berkumpul di gudang Flat A Graha Taruna Detasemen Tingkat III di lantai dua dengan melewati tangga bawah belakang melalui tebing di belakang kantor Detasemen Taruna Tingkat III sehingga tidak diketahui petugas piket. BANDARQ

"Mereka ngumpet-ngumpet pasti. Yang piket akan ditelusuri kenapa bisa tidak melihat," ujar Anas.

Pukul 01.30 WIB, Taruna Tingkat III, Brigtutar CAS yang merupakan tersangka utama memanggil Adam ke depan. CAS memukul dada Adam yang berlutut. Saat itu Adam sudah menunduk dan mengeluh kesakitan sembari memegang dadanya. Namun pemukulan terus dilakukan sebanyak 5 kali hingga korban tersungkur.

CAS sempat berusaha melakukan pertolongan setelah melihat Adam tidak sadarkan diri. Adam dibawa ke kamar A3 untuk dilakukan tindakan pertolongan. Namun usaha CAS gagal hingga akhirnya melapor ke pengawas. POKER

Adam kemudian dibawa ke RS Akpol namun nyawanya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan tewas sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah jenazah korban diautopsi di RS Bhayangkara Semarang, diketahui korban tewas karena kekurangan oksigen akibat ada luka di paru-paru.

Dari hasil penyelidikan ada total 14 Taruna Tingkat III Akpol yang ditetapkan menjadi tersangka. Selain CAS, tersangka lainnya yaitu RLW, GCM,EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJN, RAP, RK, IZ, dan PGS. 

"Ke-14 tersangka tersebut perannya berbeda-beda, ada yang melakukan pemukulan, ada yang memberikan arahan-arahan dan ada juga yang dua orang perannya mengawasi jangan sampai kegiatannya itu diketahui pembina," kata Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono.
SAKONGONLINE

Sementara itu, ada 18 barang bukti yang diamankan yaitu kayu bulat warna hitam panjang 45 cm, pipa aluminium bekas gagang sapu, raket bulutangkis, kopelrim atau sabuk warna hitam, kunci slot sepeda, kancing baju PDL, sarung tangan, kipas angin, kursi, bantal, kasur, tutup botol, kaos olahraga Akpol, sepatu, topi piket Akpol, minyak kayu putih, peluit, dan dupa.